Home » RITUAL “NUNAS NEDA” SUKU SASAK SEBAGAI SIMBOL BUDAYA JATI DIRI MASYARAKAT

RITUAL “NUNAS NEDA” SUKU SASAK SEBAGAI SIMBOL BUDAYA JATI DIRI MASYARAKAT

Sharing

Indonesia  merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi yang masih dipertahankan serta dilestarikan oleh setiap masyarakat sesuai dengan ikatan budaya sampai tradisinya. Kebudayaan di setiap masyarakat atau dikenal dengan sebuah tradisi, hal tersebut hasil dari warisan secara turun temurun.

Budaya lokal di setiap suku masyarakat Indonesia memiliki arti penting untuk dapat melestarikan dan menjaga sebuah budaya sampai tradisi setiap tempat, agar dapat dijaga dan dilestarikan setiap pada waktunya. Nilai- nilai terkandung  dalam budaya lokal, sebagai sebuah pondasi yang tertanam dalam jiwa  sekelompok masyarakat dalam bentuk ciri yang khas dimiliki. Suatu nilai yang tersedia mulai dari bentuk, tujuan, dan strategi melalui tindakan dengan cara berkelanjutan dari hasil turun-temurun berdasarkan melalui aktivitas ritual.

Secara umumnya setiap suku di Indonesia memiliki budaya lokal dan tradisi adat-istiadat sendiri satu dengan lainya. Meskipun pada dasarnya memiliki perbedaan dan tujuan, tetapi sasaranya sama.  Menurut Hasibuan ( dalam Fatmawati, 2020: 2) mengemukakan pada umumnya setiap suku bangsa di Indonesia mempunya adat- istiadat tersendiri, satu dengan lainya walaupun berbeda tujuan dan sasaranya diharapkan sama yaitu berdaya guna untuk mendidik masyarakat agar berbudi luhur,bersopan santun, berkasih sayang, dan berbuat baik terhadap anggota masyarakat.

Suku Sasak tempatnya di daerah Lombok  Nusa Tenggara Barat. Masyarakat pulau Lombok akan percaya dan paham tentang keragaman  budaya  yang ada di daerah tersebut. Beragam jenis dan bentuk budaya lokal yang dimaksud seperti Nunas Neda, mengusir tikus melalui mantra, bubus, dll.Ada pun salah satu yang tidak boleh ditinggalkan dalam budaya lokal yaitu unsur bahasa. Masyarakat suku Sasak memiliki bahasa dinamakan bahasa Sasak. bahasa Sasak memiliki beberapa varian yang digunakan di pulau Lombok.

Bahasa dan budaya mempunyai peran penting dalam setiap prosesi adat-istiadat setiap suku bangsa di Indonesia pada umumnya. Khusunya prosesi adat –istiadat yang ada di pulau Lombok menjadi salah satu tradisi yakni Nunas Neda yang melibatkan semua interaksi verbal.  Nunas Neda merupakan salah satu budaya lokal yang ada di suku Sasak tempatnya di tanah  Kesik, terletak di kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Anggota masyarakat masih melestarikan budaya lokal dari peninggalan leluhur  yang diwariskan sejak 45- an tahun yang lalu. acara ritual Nunas Neda di rayakan satu tahun sekali tepatnya bulan delapan (bulan atas) dan bulan sebelas (kalender pemerintah) dalam rangka bercocok tanam.

Nunas Neda memiliki arti Nunas yang berarti ‘meminta’, sedangkan Neda memiliki arti ‘makanan’. Secara umumnya bahwa Nunas Neda yang diartikan salah satu proses ritual dalam melaksanakan syukuran untuk memintak kepada Sang Maha Kuasa agar diturunkan hujan supaya tanam-tanama para petani jauh dari kekeringan. Dalam prosesi Nunas Neda, ada beberapa ritual yang dilakukan diantaranya: pertama, prosesi menaruhkan simbol yang terbuat dari daun kelapa ( pasang penyawek) tempatnya dibagian kolam kecil ( lengkok kodeq) yang  airnya  tetap ada meskipun musim kemarau panjang. Kedua, prosesi menaruhkan simbol yang kedua, masih tetap terbuat dari pohon kelapa ( pasang penyawek kedua kalinya) tempatnya di pinggir tanama para petani. Ketiga, prosesi menarukan simbol masih sama terbuat dari pohon kelapa ( pasang penyawek ketiga kalinya) pada bagian proses yang ketiga, baru melaksanakan ritual Nunas Neda yang di pimpin oleh orang yang  sudah pasih ( penoaq) dalam melaksanakan ritual Nunas Nede tersebut.

Anggota masyarakat suku Sasak sampai saat ini masih tetap melestarikan ritual Nunas Neda yang sudah menjadi turun temurun disampaing menjaga kelestarian alamnya. Hal tersebutlah menjadi cikal bakalnya dari satu tradisi yang ada yang sangat erat dengan sistem budaya  dalam tradisi bercocok tanam yang berciri khas, serta secara implisit menjaga akan keselarasan alam di Gunung Renjani.

Dari sekian ragam budaya telah berkembang di pulau Lombok, Nunas Neda salah satu budaya lokal yang memiliki sedikit perhatian dari semua pihak. Hasil dari tinjuan penelitian Nunas Neda masih dilestarikan, terdapat di daerah Kecamatan Masbagik, Kecamatan Sakra, dan di bagian Lombok Tengah. Kalau pun terdapat di daerah-daerah yang lain mungkin pada konsepnya penyebutan yang berbeda.  Budaya lokal Nunas Neda ini menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat setempat untuk tetap melestarikan budaya lokal yang memiliki nilai edukasi. Dalam tradisi Nunas Neda banyak nilai edukasi yang dapat diambil, diteladani, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

*Penulis: Dedi Irawan (Peneliti dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Mataram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *